Semenjak saya berkuliah di Semarang, saya dan keluarga lumayan sering berwisata kuliner ke rumah makan yang letaknya diantara Magelang - Semarang. Hal ini termasuk fantastis, mengingat ayah dan ibu saya adalah orang-orang akuntansi yang tingkat pengiritannya sangat tinggi sekali.
Hari itu, 26 Mei 2011 sembari mengantar saya ke Semarang, Ibu mengajak kami untuk mampir ke rumah makan Kopi Klotok. Menurut sumber yang beliau baca, rumah makan itu menyajikan aneka lodeh, nasi megono (nasi dicampur ampas kelapa-rasanya gurih) dan aneka masakan desa lainnya. Kami pun setuju dengan ajakan ibu, mengingat perut kami (terutama perut adik saya) sudah meronta-ronta minta diisi.
Kopi Klotok ini terletak di daerah Secang - Magelang, terletak dipinggir jalan sehingga memudahkan kita untuk mencarinya. Rumah makan ini terlihat sederhana, karena memang yang ingin ditonjolkan disini adalah sisi ndeso-nya. Memasuki rumah makan, nuansa ndeso akan semakin terasa dengan adanya sepeda ontel yang dipajang, aneka furniture tua dari kayu jati, wadah makanan (toples) yang jadul dan lain-lain.
Menu andalan rumah makan ini tidak lain tidak bukan adalah Kopi Klotok-nya, sayangnya saya tidak menyukai kopi hitam, sehingga saya tidak memesan atau mencicipinya. Kopi klotok sendiri sebenarnya merupakan kopi yang diseduh dengan cara direbus bersama air di dalam satu panci. Selain itu, menu lain yang menjadi favorit adalah sayur lodeh dan sego megono. Sayur lodeh yang disajikan ada bermacam-macam, yaitu lodeh tempe, lodeh terong, dan satu lagi saya lupa lodeh apa. Selain itu ada menu-menu lain yang sudah biasa, seperti ayam goreng, telor, dll. Soal harga? tidak perlu khawatir karena harganya dijamin murah!
Berbicara soal rasa, Kopi Klotok tidak akan mengecewakan kita. Namun, bagi saya yang sudah biasa makan masakan-masakan jawa seperti itu menurut saya rasanya sama seperti masakan ibu :p. Disini saya sangat mengagumi tampilan dari rumah makan itu, karena saya termasuk orang yang menyukai sesuatu yang antik dan klasik. Mulai dari sepeda ontelnya, gilingan kopi tua, kusen-kusen dari kayu jati, ukiran dari kayu jati, setrika-setrika jadul, dll bagi saya kesan ndeso yang memang ingin ditampilkan dapat diacungi jempol. Jadi, bagi anda pencinta kuliner jawa dan barang-barang antik, saya anjurkan untuk mampir ke tempat ini.
Berikut saya tampilkan beberapa foto lainnya *narsis dikit boleh kan ya*






