Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Tuesday, September 13, 2011

Hello world, I'm BACK!! How are you?? Fine? So do I :D
Been busy lately, busy doing nothing everything.

Hmm, First of all I wanna say HAPPY EID MUBARAK.
Sorry I'm soooo late, but it's never too late to forgive, right?
Actually I had 1,5 months holiday but it's over now. That wasn't the best holiday ever for me, but at least I have my lovely family to spent holiday together, at home. Also I met a lot of friends from elementary school, junior high school, senior high school, and so on, and so on. I really enjoyed that moment, and here's the picture:

Elementary buddies
Pramunsa 37
Pungkr, Me, and Feby
taken from Feby's polaroid



Irene and Me

So now, after holiday's over I'm come back to reality, and now I'm in the 7th Semester grade, and ummm it feels a little bit scary, bit exited, happy and there's so much feelings I can't explain. A new phase of my life has just begun. I'm about to start writing my thesis, please wish me luck for this :D

Sunday, May 1, 2011

Ruang rindu #2

Tough week.
Losing a loved one and exam, not a good combination..

I miss my grandpa, a lot. It just strange, I'm there but you are not there. For me, your home is my second home, and without you there I don't know where to go now. I cried sometimes, not because I can't let you go, but because I miss you. a lot.

You know, that morning, last week, such a nightmare for me. I've made a plan to visit you on that day, but not with that situation. I want to talk with you, spent more time with you, listen to your story, watching you walking, watching you sitting in front of the home, I want to hear you singing, I want you there when I visit you, but I just can't. and I know you are happy now, in heaven with grandma. I'm just missing you..

Friday, April 29, 2011

Ruang rindu #1

Bukan maksud hati untuk tidak iklas dengan kepergianmu, namun aku hanya rindu..
Rindu berjumpa, rindu suara..
Rindu yang kini hanya bisa kuungkapkan dengan tulisan dan sedikit terobati dengan melihat foto-fotomu..

Sabtu, 23 April 2011 kemarin, saya kehilangan salah satu orang yang saya sayangi, salah satu panutan saya dalam menjalani kehidupan, salah satu lelaki yang paling hebat yang pernah saya temui.
Mbah Kakung meninggal diusianya yang ke-74 tahun. Semua begitu mendadak, hari itu subuh dini hari saya mendengar bahwa Mbah Kakung dibawa di UGD RSUD Purworejo, hari-hari sebelumnya memang mbah mengeluhkan kepalanya pusing dan flu, dan Sabtu itu memang saya dan bulik (tante) berencana untuk kesana menengok mbah. Namun takdir berkata lain, pukul 08.00 saya diberitahu oleh saudara kalau mbah kakung masuk ICU karena stroke, dan tensi darahnya cukup tinggi, sekitar 200. Mendengar kata stroke, ingatan saya kembali beberapa tahun yang lalu, saat Pakde terkena stroke dan meninggal di usianya yang ke-50 tahun. Saya takut dan ngeri. Kabar baik datang sekitar pukul 09.00, sepupu saya mengabarkan kalau mbah sudah menggerak-gerakkan kaki. Alhamdullilah. Segera saya mengabari ibu yang sedang berada di Jakarta. Semua keluarga saya (Bapak, Ibu, dan adik-adik) sedang berada di Jakarta pada saat itu, karena sepupu saya menikah. 

Tapi, takdir berkendak lain, pukul 10.00 saya dikabari kalau mbah sudah tidak ada. Lemas rasanya mendengar hal itu, dan tanpa terasa air mata ini pun turun. Saya langsung mengemasi barang sambil menunggu kehadiran bulik untuk pergi ke Purworejo.

Sesampainya di Purworejo, saya melihat ada jenazah di ruang tamu, dan air mata ini turun semakin derasnya. Saya tidak kuasa untuk membukanya, namun rasanya ada yang kurang kalau tidak melihatnya langsung. Ternyata memang iya.. Masih sulit rasanya untuk percaya.
Kesedihan saya cukup terobati melihat banyaknya pelayat yang tiba, mbah memang orang baik, sampai di akhir hayatnya pun banyak orang yang ikut mendoakan.

Sekitar pukul 17.00 tepat saat jenazah akan disemayamkan ibu, pakde, tante dan om saya tiba. Mereka berangkat dari Jakarta dengan menggunakan pesawat, ibu masih lengkap mengenakan baju kondangan dan highheels-nya, hanya membawa tas kecil berisikan dompet. Kami mengantar mbah menuju peristirahatan terakhir, hari sudah hampir magrib saat itu.


Kembali ke rumah, tak sanggup rasanya melihat kamar mbah kakung. Di meja makan juga masih ada teh dan pisang untuk mbah kakung yang belum tersentuh. Memasuki kamar mbah kakung disana banyak terpampang foto mbah putri.. Saya rindu kedua orang hebat itu.
Saya mencoba melihat-lihat tumpukan buku-buku disana. Ada sebuah file, berisi surat-surat mbah kakung dan mbah putri, surat mbah kakung kepada anak-anaknya, dan juga surat saya pada mbah kakung. Masih disimpan dengan rapi ternyata..
Ternyata bagi mbah kakung, itulah hartanya yang paling berharga. Semua kenangan-kenangan indah saat semuanya masih seperti dahulu.

Selamat jalan mbah kakung, pasti mbah bahagia disana.. Bisa bertemu dengan bidadari paling cantik sedunia, yaitu mbah putri..

Friday, March 4, 2011

Ibu yang baik

Suatu hari seorang anak kecil menghampiri tumpukan buku yang sudah usang. Diantara tumpukan buku tersebut terdapat sebuah buku yang tidak terlalu menarik, namun entah kenapa anak tersebut merasa tertarik.

Buku itu dibacanya, disitu tertulis sebuah biodata seorang gadis yang kira-kira masih SMA saat menulisnya. Anak kecil tersebut membaca dengan seksama, kemudian dia terhenti saat melihat tulisan "Cita-cita : Menjadi seorang Ibu yang baik".

Sekarang gadis yang memiliki buku itu telah beranjak menjadi seorang Ibu, dan beliau berhasil menjadi Ibu yang baik. Ibu yang paling baik seantero negeri. Ibu terbaik yang saya miliki :')

*based on a true story

Saturday, January 29, 2011

Happy late birthday my brotha!

Kemaren tanggal 25 Januari ade (cowok) saya berulangtahun ke 16 tahun. Ade saya yang pertama itu namanya Alfa Rahma, luarnya agak cewek sih tapi nalurinya pria.

Semoga Rahma (sekeluarga manggilnya gitu) bisa tambah rajin, langsingan, gak pinjem baju saya melulu, rapih, bisa kuliah di univ yg di pengenin, pokoknya semua yg baik-baik :)).
Love ya bro

Monday, November 1, 2010

Mengiringi kepergianmu

Fahrinku begitu cepatnya kau berlalu
Rinduku ini belum terhenti, tapi mengapa kau pergi

Fahrinku aku merindu
masih terkenang indahnya lebaran lalu
dan terbayang lebaran esok tanpamu

Bidadariku kepergianmu begitu dini
tak terhitung berapa banyaknya air mata ini
tak kusangka kau kan pergi menghadap Illahi

lama tak jumpa, kini kau telah tiada
Namun ku tahu ini takdirNya

Sekarang tiada lagi anak putri perkasa di rumah kain kasa
tiga anak istimewa kehilangan saudarinya
kuharap sedih itu tak akan lama

Fahrinku maaf bila kita tak bisa bertemu
hanya dengan doa ku iringi kepergianmu
semoga suatu saat nanti kita bertemu, di rumahmu yang baru.

Semarang, 01 November 2010 - Mengiringi kepergianmu.

Fahrin dan Abinya
 

Sunday, October 31, 2010

"The problem with hello is you have to say goodbye"
and I'm not ready for that.

Kehilangan emang sesuatu yang ga enak, kehilangan pulpen aja ga enak banget rasanya.
apalagi kalo kehilangan orang yang lo sayang.
Dan hal yang paling buruk adalah lo ga bisa ada disana ngeliat dia buat terakhir kalinya.

Magrib tadi sepupu kecil gw meninggal :(. Ya Allah gw masih ga percaya, karena awalnya dia baik-baik aja, kemaren jumat-sabtu aja masih sempet jalan-jalan bareng keluarganya ke Jogja, tapi sekarang dia udah ga ada.

DEMI APAPUN JUGA GW PENGEN BALIK SEKARANG JUGA.

Ya Allah pengen ketemu fahrin :(
Kenapa kamu pergi cepet bgt ninggalin mba ifa :((

Tuesday, October 26, 2010

Selamat Ulang Tahun BAPAK :)

Hari ini Babeh tercinta ulang tahun ke-49, udah tua ya..bentar lagi pensiun deh :(
Pengen ngomong banyak, tp ga bisa soalnya lagi belajar bwt UTS :(

Pokoknya selamat ulang tahun ya Pak, kita sering berantem tapi berantem itu tanda sayang :) :*
Panjang umur, sehat terus, tambah sabar, tambah sering transfer duit *hahaha,anak kurang ajar*

Love ya Dad :*
Saya diantara dua orang tercinta, kira-kira foto ini diambil tahun 1994

Friday, July 9, 2010

Selamat Ulang Tahun IBU :)


Selamat ulang tahun ibu tersayang :), ibu yang sayang sama anak-anaknya.
I love you, as always <3

Tuesday, May 18, 2010

Proud to you

hmm kali ini saya mau coba cerita tentang si ade bungsu Rayhana Aisyah, atau biasa dipanggil Sasa.
kalo diliat sekilas sih ga ada yang beda dari dia sama anak-anak lain, suka main (umurnya masih 9 taun), susah makan, suka ngeyel.
Tapi yang ngebedain dia sama anak-anak lain itu pikiran dia yang udah dewasa..
Dari kecil emang udah keliatan banget deh kalo dia tuh anaknya rajin, teratur, rapih pokonya hidupnya tertata, sama kayak kakaknya.

FYI aja ya, kecil-kecil tabungan dia ada sekitar 700rb, duit kakanya aja ga nyampe segitu.. pokonya kalo ada dia hidup saya di rumah aman dan tentram, kalo mau pinjem duit tinggal ambil, tapi belom nyampe sehari dipinjem pasti ditagih tagiiiiih mulu -_____-. Oh iya dari kecil dia emang agak kelainan sih, kalo denger suara uang receh jatuh ke lantai gitu dia langsung lari menuju sumber suara, jadi kalo mau manggil dia itu jatohin aja uang receh ke lantai.hahaha

Sebagai anak kecil tidak sepantasnya dia punya duit sebanyak itu kan! udah berkali-kali kakanya yang lucu ini bilang sama dia kalo uangnya mendingan buat saya aja *ngancem sambil megang golok*, eh dia gak mau ¬_¬ yaudah si sasa saya gorok goloknya saya buang.

 Ternyata pas kemaren saya pulang setelah saya interview berjam-jam buat nyari tau kenapa dia punya uang banyak dan buat apa *siapa tau kan kalo ternyata dia punya usaha ngepet bisa ikutan juga* akhirnya dia menceritakan kejadian sebenarnya, bahwa..
bukan, dia bukan bandar narkoba yang selama ini saya kira..

ternyata dia ngumpulin duit mau di kasihin ke Ibu, katanya sih buat naik haji *sumpah terharu bgt dengernya* :(. Bener-bener mulia deh cita-citanya, ternyata uang yang selama ini dia kumpulin bertahun-tahun bukan buat dipake dia sendiri, bukan buat kakanya jg *bete*, ternyata buat ibu tercinta..

pas saya tanya kenapa dia mau ngasih uang ke ibu, dengan polosnya dia bilang gini "Soalnya kan Sasa itu ga pinter, jadi ga bisa dapet rengking satu, Sasa kan pengen bikin ibu bangga".
Yaampun bangga deh punya adik kaya dia..


Semoga dia bisa selalu kaya gini, dan semoga sifatnya bisa nurun ke kakanya :)

Sunday, March 28, 2010

B a pa k

Ga terasa, Bapak saya sudah tua ternyata..
Dia lahir tanggal 26 Oktober 1961, jadi kalo diitung-itung umurnya udah (...ngitung dulu..) udah 49 tahun dan 7 bulan lagi dia berusia 50 tahun.
Sebenernya saya itu anak yang paling ga bisa akur sama Bapak, mungkin gara-gara pengaruh sifat kita yang sama kali ya..
Saya jarang atau hampir ga pernah nunjukkin secara langsung kalo saya sayang ama dia, saya emang ga terlalu terbuka sama Bapak soal urusan begitu, lebih ke Ibu.. mungkin karena pengaruh umur juga sih ya..Padahal sebenernya saya juga sayang sama dia sih, dibalik sikap kerasnya ke anak-anaknya (terutama saya) sebenernya dia kadang tuh ga tegaan, apalagi kalo anaknya ini lagi ga ada duit, hehehe. (baik-baikin kalo ada maunya)

Bapak itu orangnya ulet, tekun, pantang menyerah, pekerja keras, mungkin itu didikan dari Mbah juga kali ya.. Disaat temen-temennya pake kijang innova, bapak masih pake mobil kijang doyok tahun 70an *kalo ga salah*, waktu temen-temennya pake motor matic, bapa lebih milih pake motor honda 70, meskipun sekarang udah ada yang baru sih.. Tapi kalo dibanding temen-temennya bisa dibillang Bapak itu kaya engga punya apa-apa..Disaat temen-temennya pada libur di hari Sabtu, bapak bantuin ibu jaga di pasar. Bapak juga yang kulakan telor sendiri sampe ke ciruas (serang-banten).Pokoknya dia itu ekonomi banget deh. Dia lebih milih ngangkut sendiri itu telor-telornya daripada nyuruh tukang angkut, dia bilang "ga sesuai untungnya ntar kalo pake tukang angkut".

Bapak masih kuat nyupir cilegon-purworejo sendiri, karena anak2nya belom ada yg bisa nyupir, entah sampe kapan..Bisa dibilang bapak itu jadi panutan saya buat ngejalanin hidup, walau kadang saya ngerasa tertekan sih soalnya dia itu orangnya mengHARUSKAN anak-anaknya. Tapi saya memang harus hidup dalam tekanan, kalo ga, ga maju-maju deh..Suatu hari nanti saya harus siap buat jadi pengganti bapak. Ngegantiin bapak kulakan telor, ngegantiin bapak nyupir, ngegantiin bapak ngurus tanah.
Saya harus dan pasti bisa!