Fahrinku begitu cepatnya kau berlalu
Rinduku ini belum terhenti, tapi mengapa kau pergi
Fahrinku aku merindu
masih terkenang indahnya lebaran lalu
dan terbayang lebaran esok tanpamu
Bidadariku kepergianmu begitu dini
tak terhitung berapa banyaknya air mata ini
tak kusangka kau kan pergi menghadap Illahi
lama tak jumpa, kini kau telah tiada
Namun ku tahu ini takdirNya
Sekarang tiada lagi anak putri perkasa di rumah kain kasa
tiga anak istimewa kehilangan saudarinya
kuharap sedih itu tak akan lama
Fahrinku maaf bila kita tak bisa bertemu
hanya dengan doa ku iringi kepergianmu
semoga suatu saat nanti kita bertemu, di rumahmu yang baru.
Semarang, 01 November 2010 - Mengiringi kepergianmu.
Fahrin dan Abinya

No comments:
Post a Comment